Cerpen : Usaha Bukan Meminta


Seorang anak muda sedang beristirahat di tepi danau dia beristirahat karena kelelahan sehabis mengamen. Terbesit pertanyaan dalam hatinya “Umurku yang sudah mencapai 25 tahun ini apakah aku bisa mendapat pekerjaan yang layak?” . Ia bernama Sulaiman , setiap harinya keluar masuk angkot,bus dan kendaraan lainnya untuk mendapatkan sepeser uang untuk makan sehari hari

Sulaiman merupakan pemuda yang tinggal disebuah pedesaan daerah ciriung bogor.Ia bekerja dipasar sebagai kuli panggul atau sekedar membantu para pedagang berjualan. Sore harinya ia membantu memcuci piring dirumah makan padang yang biasa sulaiman lewati sewaktu mengangkut barang belanjaan orang 

Sedikit demi sedikit uang hasil mengamen,mengangkut barang dan mencuci piring sulaiman kumpulkan dicelengan ayam miliknya pembelian almarhum ayahnya, yang pada saat ayahnya memberikan celengan tersebut berharap kelak anaknya dapat menyimpan uang dengan baik.

Setelah sekian lama mengumpulkan uang dia berniat untuk menggunakan uang hasil kerja kerasnya tersebut untuk memulai usaha. Dan dia pun mengatakan pada ibunya 

“Bu, bagaimana kalau uang tabungan hasil kerjaku selama ini aku gunakan untuk berjualan, mungkin dengan berjualan bisa meringankan beban keluarga kita bu”

“Memangnya kamu mau berjualan apa nak? Dan memang uang tabungan kamu ada berapa?

“Aku berniat untuk berjualan asongan saja bu, uang tabungan ku terkumpul sekitar satu juta dua ratus lima puluh ribu bu”

Lalu keesokan harinya Sulaiman pun berbelanja kebutuhan untuk berjualan, dan langsung berjualan disekitar pasar. Suatu hari pemilik rumah makan dimana dia bekerja dulu melihat kerja keras Sulaiman , Ia berfikiran untuk mempercayakan rumah makannya untuk dikelola oleh Sulaiman, karna kejujuran, ketekunan dan kerja keras Sulaiman 

Setelah sudah lama menjadi orang kepercayaan pak Doni akhirnya Sulaiman memutuskan untuk membangun rumah makan sendiri dengan uang hasil kerjanya dan hasil pinjaman pak Doni.Saat membuat rumah makan padang banyak yang dia alami mulai dari sepi pembeli sampai laku keras , semua itu ia lalui dengan sabar sambil terus berusaha 

Tidak terasa 3 tahun Sulaiman telah membuka rumah makan padang, Sulaiman pun akhirnya menikah dengan pujaan hatinya yang bernama Pevita, Pevita memiliki paras yang sangat cantik dan pandai memasak, mereka dikarunia 5 anak.Kini Sulaiman sudah hidup maju ia memiliki rumah dan mobil pribadi. Ia sudah membuka 5 cabang dimasing- masing tempat.

Kini ia mempunya puluhan karyawan yang selalu menuruti apa yang dikatakan Sulaiman bahkan Sulaiman harus memikirkan masa depan karyawan-karyawan nya 

Rasa semangat yang tidak pernah pudar dan saha yang dilakukan Sulaiman di masa mudanya membuat Sulaiman menjadi kuat menghadapi cobaan hidup. Kini sulaiman menikmati semua hasil kerja kerasnya bersama anak-anaknya dan orang yang dia cintai.

Related Posts: